Tips Merawat Aki Kendaraan

aki mobilApakah Aki MF perlu dirawat ?

Battery atau jamak disebut aki merupakan sumber utama daya listrik pada kendaraan. Fungsi utamanya adalah sebagai penyuplai listrik untuk memutar motor starter. Setelah mesin bekerja, maka ia lebih berperan sebagai penyetabil arus listrik.

Fungsi untuk menstart mesin merupakan tugas aki yang paling besar memerlukan daya listrik. Bagaimana tidak? tegangan listrik aki yang dalam keadaan normalnya berada di kisaran 12,50-13,5 Volt. Saat starter, batas minimal tegangan listrik adalah 11,5 Volt. Kurang dari itu, maka kerja motor starter akan tergangu alias mesin akan kesulitan hidup akibat putaran motor starter yang melambat.

Pada dasarnya aki mempunyai dua tipe yaitu, aki tipe basah dan aki tipe kering. Aki basah merupakan sebuah kotak berisi cairan yang di dalamnya terdapat elemen-elemen berbahan lead dan elektrolit dari air sebagai penyimpan arus listrik. Tipe ini merupakan tipe yang paling banyak dan umum dipakai, tetapi untuk perawatan lumayan perlu perhatian khusus, yaitu menjaga ketinggian air akinya karena penguapannya cukup tinggi dan tingkat keasamannya harus dijaga, tetapi keunggulannya adalah tipe aki ini tergolong ekonomis baik dalam pembuatannya maupun harganya.

Tipe lainnya adalah tipe aki kering atau juga dikenal dengan Aki MF (Maintenance Free), namun ada juga yang menggunakan jel. Jel tersebut masih menggunakan lead acid hanya saja airnya disimpan dalam bentuk jel, yaitu berupa elektrolit dan silika. Dan tipe terakhir adalah tipe AGM (Absorbed Glass Mat) yaitu cairan yang disimpan pada bantalan serat kaca, dan bantalan tersebut menjadi elektrolitnya.

Aki tersebut tentunya perlu dirawat, meski itu jenis aki MF (Maintenance Free) sekalipun, perawatannya cenderung mudah dan tidak merepotkan. Selain menjaga kemampuan aki agar tetap optimal, dengan merawat juga membuat aki bisa memiliki umur yang lebih panjang.

Tips Merawat Aki

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat kita gunakan untuk merawat aki agar selalu maksimal dalam menunaikan tugasnya sebagai penyuplai listrik di mobil kesayangan Anda :

kebersihan

1. Kebersihan Aki

Menjaga kebersihan bukan hanya di dalam kabin, untuk aki pun kebersihan perlu dijaga. Terutama dari jamur, debu dan kotoran. Jamur akan muncul dari penguapan aki. Debu dan kotoran tentu muncul dari paparan ketika berjalan. Kotoran ini dapat menghambat arus listrik di terminal jika tidak dibersihkan maka akan berimbas pada berkurangnya kemampuan mengalirkan arus dengan sempurna. bersihkan dengan lap jika terdapat kotoran pada cover aki.

guncangan

2. Jaga Dari Guncangan

Perhatikanlah, aki selalu diposisikan dalam kondisi terikat pada tubuh kendaraan. ada penyangga atau bracket yang menahan posisinya agar selalu diam pada tempatnya. Hal ini berguna tentu untuk membuat aki tidak bergerak sehingga terminal aki dapat mengigit kepala aki dengan sempurna dan dapat menyalurkan listrik dengan sempurna. Perhatikan selalu kondisi bracket ini, apakah ada baut pengencang yang longgar atau aki bergoyang. Jika terminal tidak tersambung sempurna, maka listrik tak akan mengalir dengan sempurna.

suhu

3. Jaga Suhu Aki

Di semua jenis aki baik itu aki basah, maupun MF, tetap menggunakan cairan di dalamnya. Cairan ini akan memanas dan mengeluarkan uap dalam suhu tertentu. Jika aki terlalu panas, maka proses penghasilan arus listrik pun akan berkurang. Beberapa mobil modern pun ada yang sengaja menempatkan aki di bagasi mobil untuk memastikan aki tak terpapar panas di ruang mesin. bahkan ada beberapa pabrikan yang sudah membungkus akinya dengan jaket penyerap panas agar panas dari ruang mesin tak menambah suhu pada aki.

air

4. Air Aki (Aki Basah)

Bagi aki yang masih memerlukan pengisian ulang air aki, Anda tidak boleh lengah untuk menambah air ini. memang cukup merepotkan, namun umur aki Anda akan terjaga dan terhindar dari kerusakkan. Jika sel-sel di dalam aki bersinggungan dengan udara bebas akibat kekurangan air, maka kondisi tersebut akan merusak sel aki sehingga menurunkan performa aki dalam menyimpan arus listrik.

terminal

5. Jaga Terminal Dari Karat dan Tergerus

Terminal aki umumnya terbuat dari bahan timah. Memang ada sebagian yang menggunakan terminal berbahan kuningan. Namun keduanya tetap berpotensi memiliki penyakit yakni tergerus dan karat. Terminal berbahan timah bisa tergerus oleh gesekkan jika terlalu panas sehingga berkurang medium sentuhnya. Sedangkan terminal berbahan kuningan, rawan terkena karat. Pastikan kabel maupun terminal tidak ada karat dan tidak tergerus. Jika perlu gantilah terminal jika memang dirasa sudah tergerus parah atau berkarat hal ini dilakukan agar pasokkan listrik dapat teralirkan dengan sempurna.

volt

6. Alternator

Alternator memang merupakan bagian terpisah dari aki. Tapi ia berfungsi sebagai pasangan aki dalam memproduksi listrik. Tepatnya ia berfungsi untuk mengisi (recharge) aki ketika mobil berjalan. Pastikan alternator dapat menyuplai asuppan listrik yang cukup pada aki, yakni umumnya di atas 13,8-14,8 volt. Jika alternator terindikasi tak mampu menyuplai listrik dengan voltase tersebut, maka aki tak akan terisi sempurna ketika mesin dimatikan. Servis atau gantilah alternator jika terindikasi melemah.

perangkat

7. Matikan Perangkat Sebelum Mematikan Mobil

Mungkin Anda sering mendapat seruan ini, yakni matikan semua perangkat dalam kendaraan sebelum mematikan mesin. hal inipun dapat menjaga umur aki. kenapa? Dengan mematikan semua perangkat yang menyedot listrik seperti AC, entertainment, lampu, foglamp, wiper, dll maka aki akan siap untuk dimatikan dalam kondisi fully charged (terisi penuh). Sehingga iapun siap menunaikan tugasnya nanti yakni menyalakan mesin. tak hanya itu, jika Anda lalai mematikan perangkat ini dan perangkat menyala sebelum Anda menyalakan mesin (posisi ON), maka listrik akan langsung tersedot dan suplai listrik untuk starter pun akan berkurang.


 

 sumber