Tips panduan memilih Ban

20140822 Pilihan Mengganti Ban-04Media utama yang menjadi kontak antara mobil dan medan jalan adalah ban. Komponen ini terbuat dari karet yang dikonstruksikan sedemikian rupa dengan kawat baja dan partikel lainnya. Tugas utamanya adalah memberikan cengkeraman pada medan jalan agar tenaga yang dihasilkan oleh mesin dapat dialirkan dan mampu menggerakkan mobil.

Ban bekerja tidak sendirian, sebagai suatu sistem roda ia bekerja sama dengan pelek yakni dengan cara menjadi pembungkusnya. Sebagai medium yang selalu bergesekkan dengan jalanan tentunya ban memiliki keterbatasan. Ketika ban sudah pada batas minimal ketebalan tapaknya maka daya cengkeramnya pun berkurang.

Penggantian pun perlu dilakukan. Lalu apa yang menjadi patokan Anda untuk mengganti ban? Mudah saja, lihat karakter-karakter (huruf dan angka) yang tertera pada dinding ban. Anda akan melihat merek ban, tipe ban, hingga ukuran ban yang sedang Anda gunakan. Namun angka ini bukan merupakan angka wajib yang harus disamakan oleh pemilik mobil ketika akan mengganti ban.

Mengganti ban dengan ukuran yang berbeda baik itu lebar ataupun tinggi hingga jenis ban merupakan hak pemilik mobil. Bergantung pada tujuan yang ingin dicapai, pemilik mobil berhak untuk mencari karakter ban yang sesuai dengan harapannya. Pemilihan karakter ban sejatinya dilakukan oleh pabrikan mobil dengan memperhitungkan berbagai aspek, yakni efisiensi bahan bakar, karakter kendaraan, performa di berbagai medan, hingga biaya produksi kendaraan itu sendiri.

Berikut adalah 5 hal yang harus diperhatikan jika ingin mengganti ban berbeda dari standar bawaan mobil dari dealer :

Telapak Ban

Semakin lebar telapaknya maka media yang bergesekkan dengan jalan akan semakin banyak. Efeknya tentu ban akan memiliki traksi dan grip yang lebih baik, meski konsekuensinya adalah konsumsi BBM yang lebih boros.  

Satuan ukuran telapak ban memiliki kelipatan angka 10, seperti 175, 185, 195 dan seterusnya. Tapi angka tersebut ini tidak selalu mengacu pada satuan milimeter (mm). Dengan kata lain, lebar ban 185, tidak sertamerta memiliki lebar 185 mm. Produsen ban dapat memilih sesuai kebutuhan seperti ban performa tinggi, tentu produsen ban akan mengunakan lebar maksimal yang diperbolehkan. Pun begitu bila ingin menciptakan ban eco, maka lebar telapak minimal akan diadopsi oleh produsen ban tersebut agar memiliki rolling resistance serendah mungkin.

Saat dipadupadankan dengan lebar pelek, tentu Anda perlu menyesuaikan agar ban tetap aman digunakan. Contohnya, bila lebar pelek 5,5 inci, maka ukuran ban yang direkomendasikan adalah 175, 185 dan 195.

 

Ketebalan Ban

Ketebalan ban dapat dikenali dari angka yang terdapat di bagian kedua kalimat, Misalnya 185/65. Angka tersebut merupakan aspek rasio ketebalan ban dengan lebar telapak dalam satuan persen (%). Berarti ketebalan ban adalah 65% dari lebar ban 185.

Semakin tebal ban yang digunakan tentu akan menghasilkan keempukan ekstra pada kendaraan dan berbuah pada kenyamanan. Konsekuensi yang timbul ketika menebalkan ban adalah ketinggian roda secara keseluruhan akan berubah. Hal ini akan menimbulkan diferensiasi pada pembacaan odometer. Tak hanya itu, akurasi kemudi pun akan menurun akibat dinding ban yang lebih empuk.

 

Pola Telapak Ban

Tidak sedikit konsumen yang memilih ban berdasarkan pola telapak ban (pattern). Tampilan pola yang menarik kerap menjadi alsaan memilih ban pengganti. Hal ini tentu tidak salah bila Anda mengerti maksud dari pola yang ditawarkan produsen ban.

Indikasi ban yang memiliki kemampuan optimal di jalan basah dapat terdeteksi dari desain grove yang besar. Tapi efeknya, noise dari ban akan tinggi akibat terjadi turbulensi udara di grove ban tersebut. Begitu pun sebaliknya untuk ban yang mengedepankan kesenyapan, pasti grove akan dibuat kecil.
Dinding Ban

Untuk mencari ban yang memiliki karakter empuk, Anda dapat memilih ban dengan dinding ban melengkung. Dengan kontruksi tersebut, maka ban akan optimal dalam meredam permukaan jalan.

Tapi bila Anda ingin mendapatkan akurasi setir yang baik, dinding ban yang tegak akan cenderung memiliki karakter responsif. Namun teknologi ban yang terus berkembang produsen ban pun mencoba untuk mencari komposisi terbaiknya.

 

Varian Ban

Varian ban yang diberikan oleh pabrikan masih memperhitungkan efisiensi harga mobil. Sehingga kualitas materialnya pun terbatas.  Bahkan varian yang sama kadang hanya bisa didapatkan di bengkel resmi mobil tersebut. Namun ada varian ban lain yang dapat Anda gunakan dengan ukuran yang sama dan dengan berbagai keunggulan masing-masing.

Seperti ban ramah lingkungan yang handal dalam efisiensi BBM dan umur penggunaan yang panjang atau ban-ban yang mengedepankan kenyamanan berbasis pada keempukan, hingga ban yang memang diproduksi untuk menyajikan stabilitas saat bermanuver.

 

Tipe Kecepatan Ban

Ada beberapa merek ban dengan diameter pelek sama yang memiliki daya maksimum kecepatan yang berbeda. Ini bisa diidentifikasi dari speed symbol yang terdapat pada ban. jika sebelumnya mobil Anda menggunakan ban dengan speed symbol ‘S' maka diasumsikan ban hanya mampu bertahan satu jam dalam kecepatan 180 km/jam. Tapi ketika diganti ke ban bersibol ‘H,' maka diasumsikan ban akan mampu bertahan dalam kecepatan yang lebih tinggi yakni 210 km/jam.

 

sumber