Awas Mesin Mobil Anda Overheat

overheatCAB - Perjalanan menggunakan mobil roda empat sudah sangat lazim bagi kebanyakan orang. Sebagai komponen terpenting dari mobil itu sendiri adalah mesin. Tapi tahukah Anda, bahwa mesin juga memiliki umur, dan seperti layaknya manusia, mesin juga bisa sakit dan harus diobati. Salah satu penyakit yang sering terjadi adalah Overheat.

Apa itu Overheat?
Apa penyebab dari Overheat?
Dampak apa yang akan diakibatkan dari Overheat?
Bagaimana ciri-ciri mesin mengalami Overheat?
Apa yang dilakukan saat terjadi Overheat pada mesin mobil kita?
Bagaimana tips mencegah Overheat?

 what

Overheat adalah kondisi dimana suhu pada internal mesin meningkat tinggi dari batas normal yang akibatnya dapat menyebabkan kinerja mesin tidak optimal dan apabila tidak segera ditangani maka akan berdampak buruk pada fungsi mobil secara keseluruhan.

 

how

Penyebab dari Overheat secara garis besar dibagi menjadi 2 kelompok, pertama ialah masalah yang terdapat pada sistem pendinginan mesin, dan yang kedua adalah sistem pelumasan.

Pada Sistem Pendinginan, overheat bisa terjadi karena :

  1. Air Radiator Habis
  2. Kondisi Radiator yang memang sudah jelek
  3. Seal pada tutup radiator yang sudah keras sehingga air radiator tersebut keluar
  4. Ada kebocoran pada saluran sistem pendinginan
  5. Kerusakan Waterpump
  6. Material Air yang digunakan sebagai cairan radiator buruk / banyak kotoran sehingga mengendap dan menyumbat saluran
  7. Kondisi Motor Fan yang buruk 

Pada internal mesin pelumas adalah bahan yang meminimalisir gesekan antar material, gesekan menghasilkan panas karena itu pelumas menjadi faktor penting. Bila sirkulasi ke seluruh bagian mesin bisa menyebabkan panas yang tidak perlu. Namun juga wajib diperhatikan juga kondisi saringan oli dan pompa oli, piranti ini punya usia dan harus diganti pada saatnya.

 

effect

Overheat adalah penyakit pada mesin yang tidak bisa dianggap sepele. Bila hal ini dibiarkan atau bahkan mobil tetap dipaksa berjalan saat mesin mengalami Overheat maka tidak menutup kemungkinan masalah-masalah serius akan dialami mesin mobil anda. Berikut dampak negatif dari mulai ringan hingga berat yang dapat ditimbulkan dari Overheat :

  • Mobil mogok / mati
  • Seal-seal bocor, sehingga terjadinya kebocoran oli
  • Bercampurnya air dan oli sebabkan oleh lepasnya rekatan packing cylinder head dan biasanya disertai melengkungnya cylinder head.
  • Pada keadaan ekstrim overheat bisa menyebabkan juga baretnya cylinder bore dan piston dikarenakan pemuaian yang berlebihan dapat menyebabkan piston dan komponen lainnya rusak parah karena piston yang sudah tidak bisa bergerak lagi karena pemuain tersebut, akan tetapi tetap di tarik oleh putaran crankshaft yang masih bekerja dan akibatnya piston patah dan lepas dari stangnya.
  • Beberapa kasus overheat dapat menyebabkan juga jebolnya blok mesin yang di hajar oleh conrod atau stang piston karena masalah diatas.
  • Pemuaian akibat overheat yang parah dapat juga menyebabkan Crankshaft patah, karena panas berlebih bisa menyebabkan metal fatig (kelelahan metal) dan akibat dari disebutkan diatas piston stuck, crankshaft masih berusaha berputar tetapi tidak kuat dan akhirnya patah.
  • kapala silinder melengkung dan mesin tak lagi dapat optimal bekerja
 

spec

Untuk menghindari dampak buruk yang ditimbulkan oleh Overheat ada baiknya kita mengetahui ciri-ciri saat mesin mobil mengalami overheat.

  1. Terjadi ngelitik berkepanjangan saat setelah menempuh perjalanan cukup jauh, sementara tidak terjadi saat mesin masih cukup dingin.
  2. Tenaga mesin berkurang saat mesin sudah cukup panas
  3. Temperature gauge menunjukan suhu lebih tinggi dari standarnya, bahkan bisa mencapai garis merah.
 

when

Pengemudi seharusnya merasa terganggu bila salah satu lampu kontrol dalam odometernya menyala. Karena, memang lampu itu diciptakan untuk memperingatkan pengemudi bahwa telah terjadi kerusakan sehingga lampu kontrol menyala. Salah satu lampu kontrol itu berkait dengan temperatur mesin. Bila bagian ini menyala, pengemudi harus segera mengambil lengkah yang benar supaya mesin mobil tidak tambah rusak. Karena, bila lampu kontrol suhu mesin menyala, berarti mobil bersangkutan mengalami overheating.

Namun, Apabila overheat itu terjadi saat keadaan mobil tengah dikendarai di lalu lintas padat, pengemudi disarankan untuk segera menghentikan mobil tersebut untuk melakukan pengamanan darurat, sebelum membawanya ke bengkel terdekat.

  1. Jangan Paksa Kendaraan Anda
    Jangan mencoba memaksakan mobil tetap terus dikendarai bila tak menginginkan mesin kendaraan akan lebih rusak. Karena, bila lampu kontrol temperatur menyala, itu berarti mesin mobil mengalami overheating (panas yang melebihi batas). Dalam kondisi mobil normal, betapa pun suhu udara sedang terik, atau ketika kendaraan dibawa melaju dan kerap berhenti dengan mesin tetap menyala lampu kontrol tidak akan menyala bila memang tak terjadi kerusakan rangkaian sistem pendingin mobil tersebut.
  2. Menepi dan Matikan Mesin
    Berhentilah mengemudi secepatnya. Setelah menepikan mobil, matikan mesin dan bukalah penutupnya supaya mesin cepat dingin.
  3. Jangan Membuka Tutup Radiator saat Overheat
    Jangan pernah mencoba membuka tutup radiator kala mesin masih panas. Soalnya radiator itu berisi air panas yang memiliki tekanan tinggi. Karena itu, bila tutup radiator dibuka saat keadaan panas, bakal terjadi semburan air panas yang dapat membahayakan diri. Tunggulah mesin sampai dingin untuk membuka tutup radiator.
  4. Check ketersediaan Air Radiator
    Setelah mesin dingin, bukalah penutup radiator untuk memastikan ketersediaan air di dalamnya. Betapapun mesin sudah dingin setelah mengalami overheating bukalah penutup dengan hati-hati dengan cara memutar perlahan dan tunggu hingga keluar suara desis udara dari dalam radiator.
  5. Tambahkan Air Radiator
    Kemudian tambahkan air ke dalam radiator secara perlahan, bila memang jumlah air berkurang. Idealnya dilakukan penambahan 50 persen air tawar dan 50 persennya lagi dengan cairan antifreeze atau di sini dikenal sebagai water coolant. Cairan khusus radiator yang banyak diperdagangkan di banyak toko itu berfungsi sebagai antikorosi dan penahan titik didih. Namun dalam kondisi darurat, seperti misalnya Anda tak bisa mendapatkan water coolant, bisa saja penambahan seluruhnya dengan air tawar.
  6. Check Penyebab Overheat
    Setelah mengalami overheating, inspeksi terhadap kemungkinan lain kendaraan kehabisan air radiator perlu juga dilakukan. Biasanya mesin mobil bakal kelewat panas bila sistem pendingin lainnya mulai kipas tambahan, pompa air atau kebocoran pelumas, bisa muncul sebagai penyebabnya.

Bila didapati kipas tambahan (extra fan) rusak, cobalah untuk memperbaikinya dengan memulai memeriksa komponen relay-nya. Sebab kerusakan bagian ini biasanya yang paling sering membuat kipas tambahan tak berfungsi. Biasanya kerusakan kipas tambahan tak membuat mesin kelewat panas. Maka bila telah didapati kerusakan ini dan radiator dipastikan telah terisi air penuh, perjalan dapat dilanjutkan. Tapi, perlu memilih lalu lintas yang tak padat arus, sebab kelancaran hembusan udara dari grill depan ke dalam keadaan darurat cukup membantu proses pendinginan mesin. Kemudian, bila didapati kebocoran dalam pompa air (water pump), yakinkan jumlah air yang keluar tak terlalu banyak. Bila ini yang terjadi, mobil masih direkomendasikan berjalan dengan catatan air dalam radiator harus sering ditambah.

 

tips

Untuk menghindari mesin mengalami Overheat berikut, tips-tips yang dapat dilakukan :

  1. Kenalilah gejala-gejala dini overheat seperti disebutkan di atas
  2. Kenalilah penyebab over heat diatas dan periksalah kondisi system pendingin (cooling system) secara periodik
  3. Gantilah komponen pendukung cooling system jika sudah melebihi 100ribu km atau paling tidak 5 tahun mana yang tercapai terlebih dahulu. Seperti thermostate, water pump dll
  4. Jangan anggap enteng berkurangnya coolant pada reservoir dan bahkan radiator
  5. Biasakan dalam setiap perjalan untuk memonitor panel instrument terutama water temperaturnya
  6. JANGAN memakai air ledeng atau air sumur untuk mengisi radiator, gunakan aquadest yang dicampur dengan coolant sebagai inhibitor (pencegah karat dan kerak). Pemakaian aquadest saja tak dapat mencegah timbulnya karat.
  7. Flush dan ganti coolant secara teratur. Kualitas dan jenis coolant yang dipakai sangat menentukan keawetan mesin, dianjurkan memakai Extended Life Coolant (ELC) atau Surfactant Coolant (SC), beberapa produk coolant dijual siap tuang.
  8. Ganti tutup radiator setiap 4 – 5 tahun, tutup aus tak bisa melepas kelebihan tekanan, akan merusak cylinder head gasket dan kepala radiator, gunakan tutup radiator original.
  9. Ganti hose atas dan bawah ke arah Radiator, hose water feed dan return Throttle Body atau Carburetor, hose reservoir dan hose Heater Core (untuk tipe AC dengan heater) setiap 4 – 5 tahun, harganya murah tetapi sangat vital.
  10. Jika sudah berumur 8 – 10 tahun, OH radiator, bersihkan saluran di dalam, ganti Radiator Head dan Thermostat.
  11. Jangan melepas Thermostat, karena akan mengacaukan suhu kerja mesin serta menyebabkan mesin lebih Boros & coolant mudah menguap.
  12. Gunakan Radiator Head original, jangan mengganti dengan Radiator Head dari bahan kuningan, karena jika terjadi over pressure, Packing Cylinder Head yang akan menjadi korban.
  13. Periksa motor fan, O-Ring baut pembuangan dan hose ke arah reservoir.

Semua telah dijabarkan secara detail mengenai Overheat pada mesin mobil. Ada baiknya mencegah sebelum terlanjur parah. Selalu Konsultasikan pada ahlinya atau bengkel resmi saat terjadi atau mengalami gejala-gejala Overheat pada mobil anda.